Skip to main content

Tikus Berdasi

 




Aku yang telah hidup di antara bengis hari

Bernafas diantara orang-orang penuh obsesi

Membuka mata di tengah gedung-gedung tinggi

Mencium aroma nista pertiwi

Hey apa kabar kalian tikus-tikus berdasi

Bagaimana dengan uang kami yang kau konsumsi

Bagaimana dengan jalan ini yang selalu berlubang lebar

Bagaimana dengan sekolah kami yang tak kunjung kau bangun

Kau hidup di gedung berlapis emas

Kau duduk diantara hidangan mewah

Dan kami,

Kami yang memiliki hak

Kami yang memiliki andil atas kursi mu

Kami yang begitu memeprcayaimu

Kami yang begitu berharap pada mu

Lihat !

Kami bahkan tak punya tempat untuk sekedar rehat

Ini tanah kami, ini rumah kami 

Tapi dengan sadismu kau membiarkan kami menjadi jelata

Kau membirkan kami mengemis di negeri sendiri

Saat kami meminta uluran tangan

Kau bilang kami yang tidak punya keinginan

Kau umumkan kami yang bermalas-malasan

Kau perlihatkan kami yang tidak ingin pendidikan

Kau ceritakan kami yang tidak ingin berjuang

Bagaimana bisa !!!!

Kaki kami kau pincangkan

Mulut kami kau bungkam

Suara kami kau bisukan

Keringat kami kau sembunyikan

Tuan, tidak bisakah kami mendapat keadilan

Pak, tidak bisakah kami mendapat hak ketenangan

Ananda, bisa cukupkah sampai disini saja 

Memang betul, negeri ini tidak kekurangan orang pintar

Tapi negeri ini kekurangan orang jujur

Indonesia, kami menderita

Comments

Popular posts from this blog

Surat Kecil Untuk Tuhan

SURAT KECIL UNTUK TUHAN Tuhan, hari ini Kau menunjukan ku sesuatu Hal yang semua ku pertanyakan kini Kau memberiku jawaban Ternyata begitu bodohnya aku selama ini Begitu tidak bersyukurnya aku selama ini Tuhan aku benar-benar berterimakasih kau telah membuatku ada di dunia ini Kau memilihku untuk tetap ada karena Kau percaya aku adalah pemenangnya Kau percaya aku adalah sosok yang kuat dan ceria Dengan segala rahmat dan kemurahan Mu, Kau pilih aku manusia kecil ini untuk betarung di dunia fana  Kehormatan yang tidak bisa di bandingi dengan apapun karena Kau telah memilihku sebagai ksatria Aku tidak takut pada kejahatan, aku tidak takut pada kekecewaan Kekecewaan datang sebagai pelajaran Dan aku percaya Kau telah meletakan semua hal sesuai pada tempatnya Segala sesuatu dalam hidup terjadi karena sebuah alasan Ku lihat beberapa orang meninggal dan mereka tidak dapat melihat keindahan ini Maka hari ini, Tuhan ingin ku katakan "Terima kasih untuk sinar matahari" "Terima kasi...

Aku Ingin Menetap

AKU INGIN MENETAP Mas, tolong lihat ke sini Hey, aku adalah orang yang selalu merindukan mu, mengharapkan kehadiranmu Bisa ku katakan kamu bagai bintang yang selalu ingin ku lihat setiap malam nya Bahkan aku merasa kamu seperti mentari yang selalu ingin ku rasakan kehangatannya         Hari itu tidak bisa tergambarkan, aku bahagia sekali         Senyum mu yang tak pernah usang dari ingatan         Wangi mu yang sangat melekat di penciuman         Dan lembut tangan mu ketika pertama menggandengku Sungguh, aku sangat bahagia Menari di antara bunga lili Terbang bersama burung merpati Menikmati hari di atas awan yang tinggi Iya mas, itu yang ku rasakan setelah kita bertemu          Betul, pertemuan singkat memang saat itu          Dengan harap besar dan wajah yang bersinar aku tetap mulai merangkai cerita          Dalam benaku kita bersam...

Ajak Ku Pulang

  AJAK KU PULANG Baju ku selalu baru Balon-balon selalu memenuhi ruang ku Tempat makan ku pink dan lucu Sepatuku bisa menyala         Malam menjadi sangat gelap         Angin menjadi sangat mencekik         Ku bangun....         Disana berbaris banyak orang yang harus ku hadapi Sedikit kaget Badan kecilku terpental Ku panggil namamu dengan keras Hanya bunyi jam dinding yang ku dengar         Aku telah kehilanganmu         Kau telah pergi bersama bintang         Tidak akan ku berhenti memanggil namamu         Sampai kau mengajakku pulang Bela Lestari