Skip to main content

Wajahmu Penuh di Kepala Batu Ini

 WAJAHMU PENUH DI KEPALA BATU INI



Gusar dan usah ku rasakan

Ketika harus menyiapkan tenaga besar

Iya, tenaga besar

Hanya untuk dapat memejamkan mata

         Ku penuhi otaku dengan semua imajinasi tentangmu

         Ku hadirkan wajahmu di kepala batu ini

         Ku coba hadirkan senyum manismu

         Ku hadirkan pula hangat peluk lirihmu

Kukatakan... tidurlah untuk diriku

Terlelap dalam dekap bayang bahu besar itu

Sementara sang sedih ku rasakan pergi

Tersisalah mata sembab dengan air mata yang mengering

         Pagi,

         Seharusnya jadi hal yang aku tunggu-tunggu

        Ternyata ini adalah awal dari rasa yang lebih muram

         Aku harus terbangun di antara embun tanpamu

         Harus tetap membuka mata tanpamu yang tidak lagi perduli pada pagiku

Suara burung itu tetap bernaung

Sinar mentari tetap masuk pada celah pintu

Rumput-rumput itu tetap bergoyang indah

Lalu, mengapa kamu tetap memilih untuk pergi ?


                                                                                                                                        Bela Lestari


Comments

Popular posts from this blog

The Anxiety

  THE ANXIETY Beberapa orang mungkin sudah tahu tentang ini Tapi tidak semua orang faham tentang apa yang dirasakan ketika itu Bukan kita tidak dekat dengan Tuhan, bukan kita tidak melakukan ibadah Kita masih di dunia dan wajar jika kita memiliki penyakit duniawi karena kita masih tinggal dan hidup didalamnya Agar kalian tahu mari ku perjelas sedikit tentang hal ini Perasaan panik yang timbul secara tiba-tiba Tidak perduli sebahagia apa kita di satu  menit yang lalu rasa panik, cemas, sedih dan kecewa itu akan tiba tiba datang Datang seperti kita tidak pernah merasakan bahagia sebelumnya Kita mulai berfikir tentang banyak hal Kita mulai berimajinasi kalau dunia hari ini sangat jahat Kita mulai muak dengan semua orang yang ada di sekitar Saat ini benar-benar tidak bisa di kontrol maka dengan menyakiti badan lah yang bisa meringankannya Kadang aku remas pergelangan tanganku hingga memerah Kadang aku gigit jariku hingga mengeluarkan darah Kadang aku pukul kepalaku dengan harapan ...

Surat Kecil Untuk Tuhan

SURAT KECIL UNTUK TUHAN Tuhan, hari ini Kau menunjukan ku sesuatu Hal yang semua ku pertanyakan kini Kau memberiku jawaban Ternyata begitu bodohnya aku selama ini Begitu tidak bersyukurnya aku selama ini Tuhan aku benar-benar berterimakasih kau telah membuatku ada di dunia ini Kau memilihku untuk tetap ada karena Kau percaya aku adalah pemenangnya Kau percaya aku adalah sosok yang kuat dan ceria Dengan segala rahmat dan kemurahan Mu, Kau pilih aku manusia kecil ini untuk betarung di dunia fana  Kehormatan yang tidak bisa di bandingi dengan apapun karena Kau telah memilihku sebagai ksatria Aku tidak takut pada kejahatan, aku tidak takut pada kekecewaan Kekecewaan datang sebagai pelajaran Dan aku percaya Kau telah meletakan semua hal sesuai pada tempatnya Segala sesuatu dalam hidup terjadi karena sebuah alasan Ku lihat beberapa orang meninggal dan mereka tidak dapat melihat keindahan ini Maka hari ini, Tuhan ingin ku katakan "Terima kasih untuk sinar matahari" "Terima kasi...

KEPALA 27

 Haha kini kepala ini sudah 27 Bertingkah sudah berbekal pengalaman banyak Nyatanya TIdak pernah berubah seperti 20 tahun lalu Yang berbeda hanya rasa 20 tahun lalu seperti semua hari adalah pelangi dan mentari 27 ini pelangi seperti petir matahari seperti api Malam berganti siangpun seperti tidak berarti Ayo maen ? iya dulu sesenang itu  Sekarang ayo maen terjawab iya tetapi orang nya tidak disana Dulu beli barbie apa lagi Sekarang bagaimana besok agar tetap makan Semua memang akan dan pasti berlalu Seperti air penuh yang surut Baju baru yang kian lusuh Matahari yang diganti dengan bulan Tapi pada kenyataan nya adalah kita sudah tiba di masa ini Masa yang lebih banyak membutuhkan tenaga Masa yang lebih banyak mengeluarkan air mata Masa yang lebih banyak berkata "saya bisa melalui ini" Jika masa ini telah lewat Lalu kamu fikir apa setelahnya? Mungkinkah akan lebih baik dari ini? Atau duduk dan menunggu mati .