Skip to main content

Posts

KEPALA 27

 Haha kini kepala ini sudah 27 Bertingkah sudah berbekal pengalaman banyak Nyatanya TIdak pernah berubah seperti 20 tahun lalu Yang berbeda hanya rasa 20 tahun lalu seperti semua hari adalah pelangi dan mentari 27 ini pelangi seperti petir matahari seperti api Malam berganti siangpun seperti tidak berarti Ayo maen ? iya dulu sesenang itu  Sekarang ayo maen terjawab iya tetapi orang nya tidak disana Dulu beli barbie apa lagi Sekarang bagaimana besok agar tetap makan Semua memang akan dan pasti berlalu Seperti air penuh yang surut Baju baru yang kian lusuh Matahari yang diganti dengan bulan Tapi pada kenyataan nya adalah kita sudah tiba di masa ini Masa yang lebih banyak membutuhkan tenaga Masa yang lebih banyak mengeluarkan air mata Masa yang lebih banyak berkata "saya bisa melalui ini" Jika masa ini telah lewat Lalu kamu fikir apa setelahnya? Mungkinkah akan lebih baik dari ini? Atau duduk dan menunggu mati .
Recent posts

Watak Manusia

 WATAK MANUSIA Sempurna Kata singkat yang setiap otak berfikir keras untuk memilikinya Mata yang selalu ingin dimanjakan Riuh selamat yang ingin selalu tersemat Watak manusia Menginginkan yang putih dan suci Mendambakan yang indah dan berseri Merindukan yang nyata dari sebuah ilusi Manusia ini membenci kekurangan dan ketidakpastian Halahh apa ini, bukan ini yang saya mau Seperti itu kira-kira cara mereka menyampaikan kesal nya Memberontak dan mencaci dengan mulut lembutnya Tidak ada yang tahu dan tidak ada yang ingin tahu Kesempurnaan yang mereka kejar sejatinya tidak pernah ada Sempurna hanya bayangan,  Sempurna hanya pada otak yang membangun imajinasi nya sendiri Ini, lihat dirimu Apa yang kau banggakan dari dirimu? Apa yang kamu inginkan ketika orang-orang memandangmu? Bukankah kau telah mencoba sangat keras Tapi tetap saja beberapa orang tetap membatu Begitulah, watak manusia berangan bisa mendapatkan segalanya Padahal jika sebagian manusia mendapat kesempurnaan Sebenarnya...

Setidaknya, cerita itu pernah ada

SETIDAKNYA, CERITA ITU PERNAH ADA Di seberang sana di balik matahari terbit Banyak sekali cerita yang menata untuk dikata Kisah yang penuh aroma dengan bumbu terasa Menanti untuk dibuka segala jejak kaki nya Hilir mudik dia yang mencari jawaban Bangkit dan menggerakan fikiran untuk berjalan Utara, Selatan, Timur, Barat entah mana yang menjadi tujuan Dan dia tetap berjalan Hakikatnya kaki ingin terus berlari Hakikatnya kisah ingin terus berlanjut Hakikatnya arah ingin yang searah Hakikatnya putihlah yang menjadi warna Hingga pada akhir nya Hanya bisa membuka beberapa lembar kisah Kisah yang bahkan tidak selesai ceritanya Seperti seorang penyair yang kehilangan syair Buta memang, tidak pernah terlihat akan seperti ini Awal yang penuh dengan warna dan ceria Selesai tanpa diselesaikan, berakhir tanpa diakhiri Tapi terima kasih, setidaknya cerita itu pernah ada

Tikus Berdasi

  Aku yang telah hidup di antara bengis hari Bernafas diantara orang-orang penuh obsesi Membuka mata di tengah gedung-gedung tinggi Mencium aroma nista pertiwi Hey apa kabar kalian tikus-tikus berdasi Bagaimana dengan uang kami yang kau konsumsi Bagaimana dengan jalan ini yang selalu berlubang lebar Bagaimana dengan sekolah kami yang tak kunjung kau bangun Kau hidup di gedung berlapis emas Kau duduk diantara hidangan mewah Dan kami, Kami yang memiliki hak Kami yang memiliki andil atas kursi mu Kami yang begitu memeprcayaimu Kami yang begitu berharap pada mu Lihat ! Kami bahkan tak punya tempat untuk sekedar rehat Ini tanah kami, ini rumah kami  Tapi dengan sadismu kau membiarkan kami menjadi jelata Kau membirkan kami mengemis di negeri sendiri Saat kami meminta uluran tangan Kau bilang kami yang tidak punya keinginan Kau umumkan kami yang bermalas-malasan Kau perlihatkan kami yang tidak ingin pendidikan Kau ceritakan kami yang tidak ingin berjuang Bagaimana bisa !!!! Kaki kami...

Surat Kecil Untuk Tuhan

SURAT KECIL UNTUK TUHAN Tuhan, hari ini Kau menunjukan ku sesuatu Hal yang semua ku pertanyakan kini Kau memberiku jawaban Ternyata begitu bodohnya aku selama ini Begitu tidak bersyukurnya aku selama ini Tuhan aku benar-benar berterimakasih kau telah membuatku ada di dunia ini Kau memilihku untuk tetap ada karena Kau percaya aku adalah pemenangnya Kau percaya aku adalah sosok yang kuat dan ceria Dengan segala rahmat dan kemurahan Mu, Kau pilih aku manusia kecil ini untuk betarung di dunia fana  Kehormatan yang tidak bisa di bandingi dengan apapun karena Kau telah memilihku sebagai ksatria Aku tidak takut pada kejahatan, aku tidak takut pada kekecewaan Kekecewaan datang sebagai pelajaran Dan aku percaya Kau telah meletakan semua hal sesuai pada tempatnya Segala sesuatu dalam hidup terjadi karena sebuah alasan Ku lihat beberapa orang meninggal dan mereka tidak dapat melihat keindahan ini Maka hari ini, Tuhan ingin ku katakan "Terima kasih untuk sinar matahari" "Terima kasi...

The Anxiety

  THE ANXIETY Beberapa orang mungkin sudah tahu tentang ini Tapi tidak semua orang faham tentang apa yang dirasakan ketika itu Bukan kita tidak dekat dengan Tuhan, bukan kita tidak melakukan ibadah Kita masih di dunia dan wajar jika kita memiliki penyakit duniawi karena kita masih tinggal dan hidup didalamnya Agar kalian tahu mari ku perjelas sedikit tentang hal ini Perasaan panik yang timbul secara tiba-tiba Tidak perduli sebahagia apa kita di satu  menit yang lalu rasa panik, cemas, sedih dan kecewa itu akan tiba tiba datang Datang seperti kita tidak pernah merasakan bahagia sebelumnya Kita mulai berfikir tentang banyak hal Kita mulai berimajinasi kalau dunia hari ini sangat jahat Kita mulai muak dengan semua orang yang ada di sekitar Saat ini benar-benar tidak bisa di kontrol maka dengan menyakiti badan lah yang bisa meringankannya Kadang aku remas pergelangan tanganku hingga memerah Kadang aku gigit jariku hingga mengeluarkan darah Kadang aku pukul kepalaku dengan harapan ...

Tuhan Berbisik

TUHAN BERBISIK Pernahkah kalian bertanya mengapa Tuhan mengambil semuanya Saat hanya tersisa debu di tangan Dan Tuhan tetap mengambilnya Tuhan tetap melenyapkan nya           Tidak tersisa apapun              Tuhan hanya meninggalkan gelap dalam terang              Hanya meninggalkan badai dalam hujan              Hanya meninggalkan sedih dalam riang Tersirat untuk marah dan meronta Tidakkah Tuhan merasa kasihan Tidakkah Tuhan melihat ketir hari Bahkan setetes keringatpun sudah tak mampu keluar dari tubuh ini              Di tengah malam dalam keheningan mimpi              Tuhan berbisik              "Aku mencintaimu"              "Tapi mengapa harus dengan cara seperti ini baru kau meng...