Aku yang telah hidup di antara bengis hari Bernafas diantara orang-orang penuh obsesi Membuka mata di tengah gedung-gedung tinggi Mencium aroma nista pertiwi Hey apa kabar kalian tikus-tikus berdasi Bagaimana dengan uang kami yang kau konsumsi Bagaimana dengan jalan ini yang selalu berlubang lebar Bagaimana dengan sekolah kami yang tak kunjung kau bangun Kau hidup di gedung berlapis emas Kau duduk diantara hidangan mewah Dan kami, Kami yang memiliki hak Kami yang memiliki andil atas kursi mu Kami yang begitu memeprcayaimu Kami yang begitu berharap pada mu Lihat ! Kami bahkan tak punya tempat untuk sekedar rehat Ini tanah kami, ini rumah kami Tapi dengan sadismu kau membiarkan kami menjadi jelata Kau membirkan kami mengemis di negeri sendiri Saat kami meminta uluran tangan Kau bilang kami yang tidak punya keinginan Kau umumkan kami yang bermalas-malasan Kau perlihatkan kami yang tidak ingin pendidikan Kau ceritakan kami yang tidak ingin berjuang Bagaimana bisa !!!! Kaki kami...
Rangkaian kata, puisi, ungkapan perasaan, kumpulan cerita kehidupan